Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Di sini saya ingin mengutarakan beberapa pendapat umat Islam dalam memaknai hari lebaran (menurut versi saya sih, hee..).
Pertama, ada yang memaknai hari lebaran dimana segalanya serba baru dalam hal materi, misalnya pakaian serba baru. Ini tentunya didominasi oleh kalangan anak-anak yang tentunya. Yang terlintas dipikiran mereka adalah pakaian baru saat lebaran. Namun, tidak sedikit juga kaum remaja yang masuk dalam aliran ini (ops, emangnya faham keagamaan..? wakakakak).
Kedua, ada yang memaknai hari lebaran dimana saatnya untuk mengeluarkan zakat / THR (bukan zakat fitrah), ini tentunya dilakukan oleh kalangan pengusaha, pedagang, PNS ataupun profesi lainnya.
Ketiga, lebaran adalah saat yang tepat untuk kumpul keluarga, saling maaf memaafkan satu sama lain. Mereka yang tinggal diperantauan tentunya akan merayakan lebaran di kampung halaman, sehingga tidak sedikit yang mudik ke kampung halaman untuk merayakan lebaran di kampung halaman bersama sanak famili.
Keempat, lebaran identik dengan ketupat. Nah, selain ketupat juga terdapat banyak hidangan istimewa yang dihidangkan, tentunya untuk menjamu para tamu atau keluarga yang akan bersilaturrahmi. Sehingga ada yang memaknai lebaran sebagai hari makan enak (menurut survey secara diam-diam, wakakaka).
Kelima, lebaran adalah merupakan hari kemenangan bagi umat Islam. Idul Fitri hari menuju Fitri (suci) setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh dan ibadah lainnya.
Berakhirnya bulan Ramadhan bukan berarti berakhir pula segala ibadah yang kita tekuni di bulan suci Ramadhan itu sepeti Tadarrus Al-Quran, Shalat berjamaah, dan lain sebagainya. Malahan kita dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah kita di luar bulan suci Ramadhan.
Nah, inilah beberapa cara umat Islam memaknai lebaran, ini hanyalah pengamatan sekilas yang saya lakukan di masyarakat. Saya harap kritik dan sarannya atas apa yang saya tulis ini. Semoga semua ini bermanfaat baik bagi saya pribadi maupun bagi para pembaca sekalian.
Saya selaku penulis dan juga keluarga mengucapkan "Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H, Minal aidin wal faizidzjin, Mohon maaf lahir batin".
Akhir kata saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

